Chat with us, powered by LiveChat
Showing posts with label bencana alam. Show all posts
Showing posts with label bencana alam. Show all posts

Sunday, September 22, 2019

Analisa BMKG: Asap Berbahaya di Pekanbaru Kiriman dari Jambi

Staf Analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami mengatakan, buruknya kualitas udara di Riau tidak lepas dari kiriman asap Provinsi Jambi. Sebab, kebakaran lahan di Jambi juga sangat parah.

Senyum Harian - Udara di Kota Pekanbaru masuk kategori level berbahaya. Itu dikarenakan kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Riau serta kiriman dari daerah lain.
Staf Analisa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami mengatakan, buruknya kualitas udara di Riau tidak lepas dari kiriman asap Provinsi Jambi. Sebab, kebakaran lahan di Jambi juga sangat parah.
"Sebagian besar kabut asap di Riau kiriman dari Jambi. Karena di Jambi terdeteksi 799 titik panas akibat karhutla. Dan memang arah angin bertiup ke arah barat laut, dari Jambi ke Riau," kata Sanya, Minggu (22/9).
Sanya menjelaskan, di seluruh Pulau Sumatera terdeteksi ada 1.769 hotspot atau titik panas. Paling banyak ditemukan di Jambi yaitu 799 titik, disusul Sumatera Selatan sebanyak 619.
"Kalau titik panas di Riau terdeteksi 211 titik, dan dari jumlah itu, ditemukan 150 titik api dengan level confidance di atas 70 persen," kata Sanya.
Untuk jumlah 211 titik panas itu, Sanya merincikan paling banyak di Indragiri Hilir yakni 68 titik. Kemudian disusul Indragiri Hulu 45 titik.
"Pelalawan 36 titik, Rokan hilir 25 titik, Kampar 12 titik, Bengkalis 9 titik, Dumai 6 titik, Kuansing 5 titik, dan Kepulauan Meranti 5 titik," jelasnya.
Sementara untuk titik api dari kebakaran hutan dan lahan yang berjumlah 150 titik itu tersebar di 8 kabupaten. BMKG mendeteksi titik api paling banyak di Indragiri Hilir yakni 47 titik.

Kemudian disusul Rokan Hilir 19 titik, Indragiri Hulu 10 titik, Kampar 9 titik, Dumai 6 titik, Bengkalis 6 titik Kep Meranti 4 titik, dan Kuansing 4 titik. Artikel Asli

Sunday, September 15, 2019

Heboh Ular Piton Hangus Terbakar di Hutan Kalimantan, Bikin Warganet Sedih

Ular piton hangus terbakar di hutan Kalimantan. (twitter/rhajayawangi)
Senyum Harian - Kebakaran hutan di Kalimantan masih jadi topik panas pembahasan warganet di media sosial. Paling baru, warganet dibuat sedih dengan penampakan ular piton yang hangus terbakar.
Selain kualitas udara yang memburuk di daerah tersebut, sebuah potret yang viral di Twitter juga memperlihatkan beberapa ekor ular piton yang hangus terbakar.
Potret ular piton yang hangus terbakar di hutan Sampit, Kalimantan Tengah ini diunggah pertama kali dan menjadi viral di Twitter oleh akun @rhajayawangi pada Jumat (13/9/2019) lalu.
''Salah satu korban kebakaran hutan di Sampit, seekor Anaconda'' tulis caption dalam cuitan @rhajayawangi.
Cukup miris, dalam potret viral tersebut nampak seekor ular piton berukuran besar hangus terbakar bersama dengan flora dan fauna lainnya di hutan Kalimantan ini.

Dalam cuitan yang sama, @rhajawangi juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan beberapa ekor ular berjenis sanca yang hangus terbakar.

Diduga kuat, ular-ular penghuni hutan Kalimantan ini tidak sempat kabur melarikan diri saat api membakar habis seluruh isi hutan.
Membuat miris siapa saja, potret ular piton yang hangus terbakar di hutan Kalimantan ini lalu banjir komentar warganet. Banyak yang ikut prihatin dan sedih melihat efek yang diterima hewan-hewan akibat kebakaran hutan.

''Yang ditemukan cuma ular yang gede pula di api yg udah berhasil dimatikan. Mungkin masih banyak hewan2 lain yang mati dan bahkan sudah menjadi arang :( gak kebayang'' tulis akun @neyma_choichoi.

''ini baru ular loh, blm lagi binatang lainnya. jahat ya manusia, sifatnya nauzubillah. HAI MANUSIA, YG HIDUP DIBUMI INI BUKAN CUMA SPESIES KAMU. skrg senang2 lah menikmati segala kehancuran yang kau sebabkan. diakhirat, kau dicari mereka yang telah kau bunuh dgn cara kejam.'' komentar akun @myroongi_.
''Gua sebel sebenarnya sama ular, tapi sedih banget woi liat mereka mati, padahal itu habitat mereka'' ungkap akun @Nonaberbicara.
Hingga artikel ini dibuat, cuitan mengenai potret ular piton yang hangus terbakar di hutan Kalimantan ini sudah mendapat 5.515 retweets dan 509 balasan dari warganet. Artikel Asli

Atasi Karhutla, Gubernur Sumsel Minta Tambahan Helikopter Pengebom Air

Provinsi Sumatera Selatan meminta penambahan helikopter pengebom air ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana karena kondisi kabut asap karhutla (kebakaran hutan) semakin pekat di sejumlah kabupaten serta kota sejak sepekan terakhir.

Senyum Harian - Provinsi Sumatera Selatan meminta penambahan helikopter pengebom air ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana karena kondisi kabut asap karhutla (kebakaran hutan) semakin pekat di sejumlah kabupaten serta kota sejak sepekan terakhir.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan, tujuh unit helikopter pengebom air yang siaga di Sumsel itu saat ini dinilai masih kurang mengingat terjadi peningkatan titik panas yang cukup signifikan.
"Alat kami ini terbatas, sedangkan hasil patroli baru-baru ini saya lihat di Muara Kuang itu titik api banyak sekali," kata dia dilansir dari Antara, Minggu (15/9).
Oleh karena kurangnya dukungan sarana dan prasarana tersebut, katanya, membuat upaya pemadaman menjadi tidak optimal, terutama di daerah rawan kebakaran hutan dan lahan, seperti Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir.
Meski demikian, Herman Deru belum mengajukan usulan ke pemerintah pusat agar meminta bantuan dari luar negeri.
"Bantuan dari luar negeri ya bisa saja, apalagi karhutla ini sudah jadi isu antarnegara. Tapi sejauh ini saya masih mengharapkan dari BNPB," kata dia.
Kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan terus terjadi dengan areal yang makin luas. Berdasarkan data satelit Lapan pada 14 September 2019, di Sumsel terdapat 384 titik panas dengan 146 titik berada di Ogan Komering Ilir.
Akibatnya, Kota Palembang selalu diselimuti kabut asap karhutla setiap pagi dan sore hari.
Kepala Bidang Penanggulangan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan Ansori mengharapkan setidaknya tambahan dua helikopter pengebom air sehingga menjadi 10 unit yang beroperasi.
"Permintaan ini karena tidak semua heli bisa operasi sekaligus karena ada yang 'offday' atau 'maintenance' (pemeliharaan)," kata dia. Artikel Asli

Saturday, September 14, 2019

Polisi: Bom Peninggalan Perang Dunia II di Mako Brimob Semarang, Sensitif

Ilustrasi ledakan bom (iStockPhoto)
Senyum Harian - Ledakan keras yang bersumber dari gudang amunisi milik Mako Brimob Semarang, Jawa Tengah terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Hal ini dibenarkan oleh Karo Penmas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Pihaknya menyebut penyebab terjadinya ledakan gudang amunisi Mako Brimob diduga dipicu amunisi pascaperang dunia kedua. Bom tua ini memiliki sensitivitas tinggi.
"Bom-bom yang cukup tua kemudian memiliki tingkat sensitivitas cukup tinggi," kata Dedi dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).
Ledakan tersebut juga merusak sejumlah kendaran dan rumah warga. Meski tidak ada korban jiwa, satu anggota Brimob dilaporkan menderita luka-luka. 
"Kerusakan sementara yang terdata di sini ada sekitar dua kendaraan roda empat. Kemudian ada sekitar 11 rumah," ucap Dedi.
Rumah yang terdampak ialah rumah yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Kebetulan, kata Dedi, lokasi ledakan berdekatan dengan rumah-rumah penduduk dan anggota Brimob.
"Kerusakan karena ada kacanya yang pecah kemudain ada genteng maupun platfomnya yang mengalami kerusakan. Ini mau dipastikan lagi," ujarnya.
"Rusaknya tidak cukup parah hanya kaca-kaca saja,"dia menambahkan.
Gudang senjata Mako Brimob, Srondol, Semarang meledak pada pukul 07.00 WIB, Sabtu (14/9/2019). Satu anggota Brimob terluka dalam kejadian ini.
"Terluka terkena serpihan ledakan. Korban telah dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk menjalani perawatan," kata Kapolda Jateng Irjen Rycko A Dahniel, Semarang, Sabtu.
Namun, tak ada masyarakat yang terluka dalam kejadian ini.
"Sampai saat ini tidak ada laporan masyarakat yang terluka akibat kejadian ini," ujar Rycko.
Gudang senjata yang meledak ini adalah tempat penyimpanan bahan peledak yang ditemukan warga. Berisi bom sisa perang yang ditemukan oleh masyarakat.
Dia menegaskan, gudang ini berbeda dengan tempat penyimpanan amunisi milik Brimob. Artikel Asli

Friday, September 13, 2019

Sabtu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat

Senyum Harian - SABTU (14/9), kualitas ibu kota Jakarta yang diunggah di laman resmi US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara sekitar pukul 07.00 WIB tercatat 102 dengan kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif berdasarkan parameter PM2.5 konsentrasi 35,8ug/m3.
Dari enam lokasi yang terpantau menunjukkan hanya wilayah Rawamangun, Mangga Dua bagian selatan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Gelora Bung Karno berada pada level sedang di angka 80 hingga 96 parameter PM2.5 konsentrasi 33,7 ug/m3.
Untuk level sedang, aktivitas di luar ruangan seperti bersepeda dapat dilakukan.
*Baca juga:  *
Wilayah lain yang masuk dalam kategori tidak sehat yakni Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Pegadungan Jakarta Barat.
**Selain itu, AirVisual juga mencatat kelembaban ibu kota Jakarta 73% dan kecepatan angin 11,2 kilometer per jam.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) memberikan sejumlah saran bagi masyarakat untuk pencegahan dan penanganan polusi udara di Jakarta yang dikategorikan tidak sehat berdasarkan Air Quality Index (AQI) berada di atas angka 150.
Beberapa saran di antaranya meminimalkan terkena pajanan polusi udara seperti mengurangi aktivitas di luar ruangan pada saat kualitas udara tidak sehat. Menghindari aktivitas fisik berat termasuk olahraga apabila berada di luar ruangan pada saat kualitas udara tidak sehat. Apabila beraktivitas di luar ruangan, hindari kawasan atau area dengan kualitas udara yang tidak sehat dan berbahaya.


Kemudian, memantau kualitas udara secara berkesinambungan untuk bisa mengambil keputusan beraktivitas di luar rumah. Menggunakan masker atau respirator untuk mengurangi masuknya partikel ke dalam saluran napas dan paru (terutama bila beraktivitas di luar ruangan).(OL-5) Artikel Asli

Saturday, August 24, 2019

Habib Rizieq Sebut Dirinya & Keluarga Dilindungi Kerajaan Arab Saudi

Habib Rizieq Sihab mengklaim, kalau pencekalan yang dialaminya selama ini adalah bentuk perlindungan keamanan.

Senyum Harian - Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Sihab mengklaim, kalau pencekalan yang dialaminya selama ini adalah bentuk perlindungan keamanan yang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada dirinya dan keluarga.
“Sekaligus untuk memberi perlindungan keamanan kepada saya sekeluarga," ucap Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).
Oleh sebab itu, Rizieq mengungkapkan, pencekalannya pulang ke tanah air selama kurang lebih 2,5 tahun bukan karena pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya selama berada di sana.
"Itu sebabnya dalam surat cekal Kerajaan Saudi, tertulis bahwa sebab pencekalan alsannya keamanan. Alasan keamanan. Bukan pelanggaran peraturan, atau kesalahan keimigrasian, apalagi pelanggaran perdata atau pidana di Saudi,” paparnya.
Lebih lanjut, Rizieq menyebutkan kalau pencekalan yang dialaminya dengan keluarga dari Arab Saudi untuk kembali ke tanah air karena usulan dari pemerintah Indonesia saat ini.
Pencekalan yang dilayangkan kepadanya dan keluarga menurut Habib Rizieq merupakan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi.

“Allhamdulillah, dengan aneka ragam makar yang dilakukan oleh musuh-musuh kami, khususnya oleh rezim zalim dan curang yang selalu membujuk pemerintah Saudi untuk mempersulit saya selama di kota suci Makkah,” tutup Rizieq. Artikel Asli

Saturday, August 10, 2019

Kulon Progo Gempa Magnitudo 5,1, Tak Berpotensi Tsunami

Senyum harian - Gempa bumi kembali mengguncang Tanah Air. Kini giliran Kabupaten Kulon Progo yang dihampiri gempa tektonik dengan magnitudo 5,1 skala richter pada Sabtu (10/8) malam, sekitar pukul 8.26 WIB. Beruntungnya, gempa tak berpotensi Tsunami.
Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik terjadi di wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa. Episenter gempa terletak pada koordinat 8,88 Lintang Selatan dan 110,06 Bujur Timur. Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 113 kilometer (Km) arah selatan Kota Wates, Kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta pada kedalaman 71 km.
"Hingga pukul 20.54 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," ujar Rahmat Triyono, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/9) malam.
Menurut laporan masyarakat, guncangan dirasakan di Sanden Bantul, Kota Jogja, Giri Mulyo, Maguwoharjo Sleman dengan intensitas guncangan II-III MMI. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Selain itu, guncangan juga terasa di wilayah Pacitan, Purworejo, Semarang, Klaten, Wonogiri, Kebumen, Cilacap, danPonorogo dengan intensitas guncangan II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda yang digantung bergoyang.
Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi berkedalaman dangkal ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," ungkapnya.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis Sesar Naik. Artikel Asli