Chat with us, powered by LiveChat
Showing posts with label Berita Viral. Show all posts
Showing posts with label Berita Viral. Show all posts

Saturday, October 5, 2019

Skandal Dokter dan Bidan, Polisi Temukan Sisa Sperma

Dugaan perzinahan dokter dan bidan di Mojokerto semakin menguat setelah temuan sisa sperma di dalam organ vital sang bidan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.
Senyum Harian - Skandal dokter dan bidan di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto memasuki babak baru. Usai digerebek dan ditemukan dalam kamar di sebuah perumahan elite, dugaan terjadinya perzinahan semakin menguat. Hal itu merujuk temuan sisa sperma di dalam organ vital bidan yang berstatus istri polisi.
Sisa sperma itu menjadi bukti penyidik kepolisian guna menuntaskan kasus dugaan perzinahan ini. Adapun hasil visum atau SOAP sudah diterima penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reskrim Polres Kota Mojokerto.
Hasil visum tersebut bakal melengkapi sejumlah barang bukti yang sebelumnya diamankan penyidik kepolisian dalam kasus dugaan perzinahan oknum dokter berinisial ARP dengan bidan berinisial MAD.
"Hasil visum dan SOAP sudah keluar. Itu akan menjadi tambahan barang bukti sebelum kami melakukan gelar perkara untuk menentukan status tersangka dalam kasus ini," kata Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Warokka, Jumat kemarin.
Visum merupakan laporan tertulis untuk kepentingan peradilan atas permintaan yang berwenang yang dibuat oleh dokter, terhadap segala sesuatu yang dilihat dan ditemukan pada pemeriksaan barang bukti, berdasarkan sumpah pada waktu menerima jabatan, serta berdasarkan pengetahuannya yang sebaik-baiknya.
Visum biasanya dilakukan terhadap korban pemerkosaan, pencabulan serta penganiayaan. Utamanya bagi korban anak dibawah umur atau wanita yang masih perawan. Sementara SOAP dilakukan untuk wanita yang sudah menikah atau tidak perawan. Hal itu untuk mengetahui adanya sisa-sisa sperma dalam alat vital seorang wanita.
Dari hasil SOAP yang dilakukan dokter RSUD Wahidin Sudiro Husodo, ditemukan adanya sisa sperma dalam alat vital bidan MAD. Hal itu menguatkan indikasi adanya affair di antara keduanya. Ditambah dengan sejumlah barang bukti yang ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan pada Selasa (2/10/2019) malam.
"Iya ada sisa (sperma). Sedangkan barang bukti yang kami amankan ada sprei, sarung bantal, rambut, kemudian sejumlah telepon seluler (ponsel) milik kedua terlapor. Untuk ponsel kami masih kami uji di laboratorium forensik Polda Jatim," jelas dia.
Hingga saat ini, kata Warokka, unsur pidana dalam kasus dugaan perzinahan ini sudah terpenuhi. Dalam waktu dekat, polisi bakal memanggil sejumlah saksi untuk kembali dimintai keterangan. Sebelum, pihaknya memutuskan untuk melakukan gelar perkara.
"Sampai saat ini sudah ada enam orang saksi, dan ada satu lagi saksi yang akan kami mintai keterangan. Ia sebagai saksi kunci. Kalau unsur pidananya sudah terpenuhi, sesuai dengan pasal 284 ayat 1 dan 2," kata dia.
Skandal perselingkuhan yang melibatkan pegawai di RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto terbongkar. Pasca digerebeknya seorang dokter berninisal ARP saat berduaan dengan oknum bidan berinisial MAD.
Penggerebekan pasangan selingkuh itu terjadi sekira pukul 08.00 WIB. Keduanya tertangkap basah saat berduaan di dalam kamar rumah di kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mirisnya, keduanya digerebek oleh suami MAD, yang juga anggota polisi.
Belakangan terkuak ARP merupakan dokter spesialis ortopedi yang terikat status PNS. Sedangkan MAD merupakan pegawai tetap BLUD. Keduanya berdinas di RSUD Wahidin Sudiro Husodo milik Pemkot Mojokerto.
Tak hanya terancam hukuman pidana, ARP yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu berpotensi terkena sanksi disiplin pegawai. Itu sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Pada pasal 3 angka 6, disebutkan setiap PNS wajib menjunjung tinggi kehormatan negara, pemerintah, dan martabat PNS.

Ancaman sanksi juga menanti MAD. Terberat pegawai BLUD RSUD Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto itu terancam sanksi pemecatan. Hal itu tergantung dari hasil evaluasi kinerja MAD yang sudah tiga tahun ini diangkat menjadi pegawai tetap RSUD Wahidin Sudiro Husodo. Artikel Asli

Baru Dilantik Jadi Anggota DPR, Mulan Jameela Digugat Lawan Politik

Baru dilantik menjadi anggota dewan, Mulan Jameela alami masalah besar. Mantan caleg yang satu partai dengannya, Sigit Ibnugroho Sarasprono, mengajukan gugatan balik terhadap istri Ahmad Dhani itu.
Senyum Harian - Baru dilantik menjadi anggota dewan, Mulan Jameela alami masalah besar. Mantan caleg yang satu partai dengannya, Sigit Ibnugroho Sarasprono, mengajukan gugatan balik terhadap istri Ahmad Dhani itu.

Sidang perdana sudah digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (3/10). Dalam gugatannya, Sigit meminta hakim menyatakan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan nomor perkara: 520/Pdt.Sus.Parpol/2019/PN.Jkt.Sel tidak sah dan tidak berkekuatan hukum.


“Karena tidak dilantik, hak klien kami kepastian hukum, kerugian materi, dan immateril terhadap klien kami atas permasalahan ini besar sekali. Kalau berbicara tentang kemungkinan apabila semua pihak yang terlibat, kalau semuanya patuh dan tunduk terhadap hukum harusnya bisa. Tapi kalau kemudian kita menang, gugatan kita dikabulkan dan membatalkan putusan 520, harusnya DPP konsisten dong,” ujar kuasa hukum Sigit, Aris Septiono saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Achmad Guntur menyatakan bahwa tidak ada upaya hukum keberatan atas putusan hakim.

“Kalau tidak puas terhadap putusan itu mengajukan upaya hukum tapi tidak mengajukan upaya hukum itu diartikan mereka tidak keberatan. Ya sudah diserahkan kepada pihak-pihak di perkara tersebut,” tandas Guntur. O nov Artikel Asli

Pengakuan Mahasiswa yang Ditangkap: Minta Minum Ditampar, Kencing Ditendang

Susana ricuh unjuk rasa di depan kompleks Parlemen di Jakarta, Selasa (24/9). {Suara.com/Arya Manggala]
Senyum Harian - Selain Dipukul Polisi, Motor dan Ponsel Genggam Mahasiwa Unindra Belum Kembali
Ahmad Ghifari (19), mahasiswa Universitas Indraprasta yang mengikuti aksi massa menolak beagam RUU bermasalah di sekitar gedung DPR pekan lalu, mengaku menjadi korban kekerasan aparat kepolisian.
Ia menuturkan, bergabung dengan massa aksi berangkat menuju Gedung DPR RI, Senin (30/9). Dalam aksi, Ghifari berperan sebagai tim medis sekaligus logistik.
Pemuda asal Bekasi tersebut bertugas membagikan air bahkan memberi perawatan untuk massa aksi yang terluka.
Singkat cerita, Ghifari membagikan air pada massa aksi di lokasi. Setelah tugasnya rampung, ia memilih rehat sejenak di dekat sepeda motornya.
Tak lama, pria yang lahir pada 10 Maret 2000 itu melihat aparat kepolisian berlari menuju kerumunan massa. Refleks, Ghifari menyalakan sepeda motornya untuk menjauh.
Saat itu, posisi Ghifari telah menjauh dari Gedung DPR RI. Bahkan, ia lebih dekat dengan Markas Polda Metro Jaya.
"Saya ditangkap setelah membagikan air. Kemudian, saya duduk di motor. Tiba-tiba, polisi berlari dari kejauhan," ujar Ghifari kepada Suara.com, Jumat (4/10/2019).
Ghifari menjauh karena takut terkena pukulan polisi. Namun, Ghifari tertangkap oleh polisi dan terkena bogem mentah.
"Saya refleks, sempat menyalakan motor karena takut dipukuli, bukan takut hal lain. Tiba-tiba polisi lari dari kejauhan dan langsung menangkap dan memukul saya," sambungnya.
Perlakuan kasar yang merundung Ghifari menyasar punggung, belakang telinga, hingga sekitar bibir.
Ghifari limbung, bahkan ia tak bisa mengingat keadaan di sekitar saat itu. Yang tak luput dari ingatannya hanya satu, enam polisi membawanya ke Polda Metro Jaya.
"Sekitar enam polisi yang nangkap saya. Intinya, saat penangkapan ketika di jalan menuju Polda, saya menerima kekerasan dari pihak kepolisian," cetus mahasiswa semester satu jurusan Teknik Industri tersebut.
Sesampainya di Polda Metro Jaya, Ghifari bersama massa ditempatkan di Gedung Shabara. Di sana, ia kembali mendapatkan perlakuan kasar: ditendang, ditampar dan dipukul.
Akun Instagram @reformasidikorupsi sempat menulis perlakuan yang diterima oleh Ghifar.
"Dalam proses pemeriksaan, Ghifar mendapat intimidasi. Kalau minta minum ditampar, kencing ditendang.”
Hal tersebut diakui kebenarannya oleh Ghifari. Hanya, Ghifari menyebut perlakuan yang lebih kasar ia terima saat digelandang menuju Polda Metro Jaya.
"Iya betul (pernyataan tersebut), tapi itu menurut saya tidak terlalu parah. Lebih parah saat saya ditangkap," katanya.
HP dan Motor Belum Dikembalikan
Selasa (1/10/2019), Ghifari dijemput oleh orang tuanya. Tapi, sepeda motor Honda Vario bernomor polisi F 4270 FEE dan satu unit ponsel genggam miliknya belum dikembalikan.
"Yang saya mau dari pihak kepolisian mengembalikan ponsel dan motor. Kemudian, bertanggung jawab atas luka-luka saya," kata Ghifari.
Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono meminta mahasiswa Unindra bernama Ahmad Ghifari yang diduga menjadi korban kekerasan aparat, membuat laporan pengaduan.
Video yang memperlihatkan kekerasan terhadap Ghifari ketika ikut aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Senin (30/9) lalu, beredar di media sosial Twitter dan Instagram.

"Jika mahasiswa itu merasa dirugikan, silakan buat laporan," kata Argo. Artikel Asli

Friday, October 4, 2019

Tidur dengan Lampu Menyala, Gadis Ini Alami Pubertas di Usia 7 tahun

Gadis ini harus mengalami pubertas di usia 7 tahun setelah tidur dengan lampu menyala dalam jangka waktu lama.
Senyum Harian - Masa pubertas biasanya dialami oleh seorang anak saat ia beranjak dewasa. Pada perempuan, tanda-tanda pubertas yang dialami adalah menstruasi dan payudara membesar.
Proses ini biasanya terjadi di usia sekira 12 tahun. Namun hal berbeda dialami oleh seorang anak dari Ningbo, Zhejiang. Anak perempuan itu mengalami pubertas dini.
Di usia 7 tahun, payudaranya sudah tumbuh dan tinggi badannya bertambah pesat. Melansir World of Buzz, Jumat (4/6/2019), anak yang dikenal dengan nama Tong Tong itu tingginya bertambah 10 cm dalam setahun.

Semula percepatan pertumbuhan yang ekstrem itu membuat ibu Tong Tong sangat senang. Dia berpikir putrinya akan menjadi perempuan yang tinggi ketika tumbuh dewasa. Hingga suatu hari, saat memandikan putrinya, ia menemukan hal yang aneh. Payudara gadis kecil itu mulai tumbuh dan ada beberapa benjolan kecil.
Ibu Tong Tong khawatir dan membawanya ke dokter. Dokter memberi tahu bila tulang-tulang Tong Tong seperti seseorang yang berusia tiga tahun lebih tua dari usianya. Selain itu, meskipun mengalami percepatan pertumbuhan, tinggi badannya sulit melebihi 150 cm di masa depan.
Dokter mengatakan Tong Tong mengalami pubertas sebelum waktunya. Folikel ovariumnya meningkat secara signifikan dan sudah terlambat untuk dirawat. Bahkan obat-obatan tidak mampu mengatasinya. Sang ibu terkejut mendengar hal itu dan bertanya alasannya.
Dokter menanyai tentang gaya hidup Tong Tong termasuk kebiasaan tidurnya. Sang ibu menjawab anaknya jarang makanan gorengan, suplemen, atau minuman ringan kepada putrinya. Tapi dokter menemukan anaknya tidur dengan lampu menyala di malam hari.
Dokter menjelaskan bahwa Tong Tong mengalami pubertas dini karena sekresi melatonin yang ditekan karena cahaya.
Penurunan melatonin dalam tubuhnya diduga mempercepat proses pematangan seksual sehingga menyebabkan gadis kecil itu mengalami pubertas sebelum waktunya.
Dokter menambahkan, jika seorang gadis mengalami pertumbuhan tiba-tiba sebelum berusia sembilan tahun dan seorang anak laki-laki juga memiliki pengalaman yang sama sebelum berusia 11 tahun serta mengalami sifat seksual sekunder, maka mereka mengalami pubertas dini dan perlu dirawat.
Studi tentang fenomena melatonin pada masa pubertas telah dilakukan sebelumnya. Dikatakan melatonin berlebihan memiliki hubungan dengan penurunan pematangan seksual.
WebMD juga melaporkan bahwa paparan cahaya dapat menghambat produksi melatonin, terutama pada malam hari ketika berada pada kinerja puncaknya. Artikel Asli

Sultan Malaysia Ceraikan Miss Moscow Oksana Voevodina, Minta Uang 400 Juta Perbulan!

Senyum Harian - Berita Sultan Muhammad V yang ceraikan istrinya, Miss Moscow Oksana Voevodina memang cukup mengejutkan. Yang lebih mengejutkan lagi, sang istri rupanya meminta uang sebesar 400 juta perbulan!


Seperti apa sih ceritanya? Simak selengkapnya di sini.
Kabar tak menyenangkan muncul dari mantan Sultan Malaysia, Sultan Muhammad V. Dirinya menceraikan sang istri yang merupakan miss Moscow, Oksana Voevodina.
Sebenarnya, kabar perceraian mereka berdua telah lama terdengar. Namun Oksana sempat membantah kabar perceraian tersebut.

Oksana bahkan sempat mengunggah foto dirinya bersama dengan sang suami pada bulan September lalu. Dirinya juga bercerita bagaimana kisah cinta keduanya berawal.
Pada akhirnya, Oksana pun mengakui perceraian tersebut. Perceraian itu didaftarkan pada tanggal 1 Juli lalu. Dirinya juga sudah tak bertemu dengan sang suami sejak bulan Desember.

Kabarnya, Oksana meminta sejumlah uang usai bercerai dengan Sultan Muhammad. Uang yang dimintanya sangat besar, 400 juta perbulan!

Oksana juga kabarnya meminta dibelikan rumah di London yang berharga 8 juta poundsterling, atau sekitar 140 miliar rupiah!
Masih belum ada kepastian apakah Oksana memang benar mengajukan permintaan tersebut, dan apakah Sultan Muhammad bersedia untuk memenuhinya atau tidak. Artikel Asli

Thursday, October 3, 2019

Jurnalis Indonesia yang Tertembak di Hong Kong Buta Permanen

Senyum Harian - VEBY Mega Indah, jurnalis Indonesia yang terkena tembak di bagian mata oleh polisi Hong Kong, kehilangan penglihatannya. Hal itu dipastikan pengacara Veby, Michael Vidler.
"Dokter yang merawat (Veby Mega) Indah hari ini memberitahunya bahwa sayangnya cedera yang dialaminya akibat ditembak polisi, mengakibatkan kebutaan permanen di mata bagian kanan," kata Vidler, seperti dikutip Hong Kong Free Press, Rabu (2/10).
“Dia diberi tahu bahwa pupil matanya pecah oleh kekuatan benturan. Persentase pasti dari kerusakan permanen hanya dapat dinilai setelah operasi,” imbuh Vidler.
Foto menunjukkan Veby, editor media Suara Hong Kong News, mengenakan rompi dengan warna mencolok, helm dengan tanda pers, pelindung mata, dan berdiri di samping staf media lain.
Dia terkena tembakan peluru karet ketika dia melakukan live streaming Facebook.
Insiden penembakan ini terjadi di sebuah jembatan dekat stasiun MTR Wan Chai. Veby tersungkur usai menderita luka tembak itu.
Dia tetap sadar dan diberi pertolongan pertama di tempat kejadian. Dia kemudian dikirim ke Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole Eastern.
Vidler mengatakan bahwa keluarga Veby tetap di sisinya:
"Kami juga dapat mengonfirmasi telah menerima bukti dari pihak ketiga, yang menunjukkan proyektil yang membutakan Veby adalah peluru karet dan bukan semacam kacang seperti yang diperkirakan pada awalnya."
Senin (30/9), Asosiasi Jurnalis Hong Kong (HKJA) mengatakan sangat prihatin dengan insiden itu.
“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa cedera itu disebabkan peluru karet atau kacang dan bahwa wartawan itu berada jauh dari para demonstran yang berkumpul pada saat kejadian. Dia jelas dapat diidentifikasi sebagai anggota pers dan dengan sejumlah jurnalis lainnya pada saat itu juga mengenakan tanda pers visibilitas tinggi,” sebut sebuah pernyataan HKJA.
“Polisi memiliki tugas membantu pers dan memfasilitasi pelaporan oleh anggota pers. Jelas bahwa ini berarti bahwa polisi tidak boleh menyebabkan cedera pada anggota pers," imbuh HKJA yang juga melakukan penyelidikan atas kejadian ini.
Pada 30 September, Vidler menyebutkan polisi yang melepaskan tembakan ini diduga melepaskan tembakan dari jarak dekat sekitar 12 meter. Atas kejadian ini, Veby, menurut Vidler, akan meminta kepolisian Hong Kong melakukan penyelidikan kriminal.
Konsulat Jenderal RI di Hong Kong juga telah meminta Kepolisian Hong Kong untuk melakukan penyelidikan atas penembakan itu.
Ribuan orang berkumpul dalam protes antitotaliterisme global pada Minggu (29/9) di Hong Kong. Protes itu sudah memasuki minggu ke-17. Unjuk rasa ini awalnya menentangan undang-undang ekstradisi yang berubah menjadi demonstrasi seruan untuk demokrasi di Hong Kong. Artikel Asli

Terungkap, Pernikahan Ririn Ekawati dan Mendiang Suami Sempat Diragukan Keluarga

Sudah dua tahun Ririn Ekawati hidup sendiri pasca kepergian sang suami, Ferry Wijaya akibat menderita kanker darah. 
Senyum Harian - Sudah dua tahun Ririn Ekawati hidup sendiri pasca kepergian sang suami, Ferry Wijaya akibat menderita kanker darah. Ririn pun mengenang bagaimana keputusannya untuk menikahi Ferry sempat diragukan pihak keluarga.
"Banyak banget sih kayak omongan dari keluarga yang, 'Hah, Rin, kok udah tahu (Ferry) sakit kenapa mesti nikah?," ungkap Ririn seperti dikutip dari tayangan channel YouTube Ussy Andhika Official.

Namun hal itu tak menyurutkan keinginan Ririn untuk tetap menikah dengan pria pilihannya. Meskipun ia telah mengetahui saat itu Ferry sudah didiagnosa mengidap penyakit mematikan tersebut.
"Kalau sayang sama orang kita harus menerima whole packet-nya dia apapun keadaannya," ungkap Ririn.
Menurut Ririn, sangat tidak adil apabila dirinya meninggalkan Ferry hanya karena mengetahui kondisinya yang sakit. Apalagi Ririn tak menemukan kekurangan dari sosok Ferry. Almarhum kerap memohon kepada Ririn untuk menemaninya sepanjang hidup.
"Dia (Ferry) tuh berkali-kali minta, 'temenin aku ya di saat aku sakit'," ungkap Ririn.
Hingga ada juga yang menganggap Ririn menikah dengan Ferry hanya karena ingin menguasai hartanya. "(Orang berkata) 'Dia (Ririn) nikah karena akhirnya nanti dia (Ferry) meninggal, ntar hartanya diambil'. Enggak kaya gitu," bantah Ririn.
Suami Ririn Ekawati, Ferry Wijaya meninggal dunia pada Juni 2017 silam karena penyakit leukimia yang dideritanya. Ferry menghembuskan napas yang terakhir saat sang istri sedang menjalankan ibadah umrah. Artikel Asli

Iis Dahlia Kehilangan Uang Rp 225 Juta di London

Beberapa hari yang lalu, Iis Dahlia terbang ke London, Inggris untuk mengantarkan anaknya Salshadilla Juwita untuk kuliah disana.
Senyum Harian - Beberapa hari yang lalu, Iis Dahlia terbang ke London, Inggris untuk mengantarkan anaknya Salshadilla Juwita untuk kuliah disana. Namun, kepergian Iis ke sana, membawa berita yang tidak baik. Uang yang disimpan di box safety hotel tempat ia menginap raib dibawa orang. Jumlah uang yang hilang berjumlah 225 juta rupiah. 
Setelah menempuh berbagai cara, Iis Dahlia bisa bernafas lega karena respons pihak hotel yang akan mengganti. Namun besaran dan waktu penggantiannya masih belum pasti.
Tak hanya sendiri, Iis Dahlia juga dibantu oleh Kedubes Indonesia yang ada di Inggris untuk menyelesaikan masalahnya tersebut.
Meskipun kejadian tersebut membuat ia kaget, Iis Dahlia tetap akan kembali ke Inggris untuk menjenguk anaknya. Namun, ia enggan kembali ke hotel tersebut. Artikel Asli

Tuesday, October 1, 2019

Pesan Ojol Pakai Nama Jan Ethes, Reaksi si Driver Ini Polos Banget

[Suara.com/Ema Rohimah]
Senyum harian - Sering kita meliat driver ojol mengantarkan penumpang yang merupakan pesohor. Seperti artis atau mungkin pejabat pemerintahan. Seorang driver ojol bernama Irwan menerima orderan dari pelanggan bernama Jan Ethes dan reaksinya pun seperti ini.
Lewat jejaring Instagram, akun @newdramaojol.id mengunggah gambar tangkapan layar yang memperlihatkan percakapan antara driver ojol dan pelanggannya.
Pada percakapan singkat itu, si pelanggan yang memesan ojol memberikan petunjuk untuk menjemput sesuai titik pesanan.
Namun sebelum berangkat, sang driver lantas bertanya "Ini yang pesan Jokowi, ya?" Karena ternyata nama si pemesan adalah Jan Ethes.


Seperti diketahui bersama, Jan Ethes adalah cucu dari presiden Jokowi. Ia adalah anak dari Gibran Rakabuming Raka dan istrinya Selvi Ananda.
Dan diketahuilah kalau si pemesan memang menggunakan nama samaran Jan Ethes.
Hal ini pun menimbulkan komentar kocak dari warganet, setelah melihat reaksi driver ojol yang begitu polos.
"Barbar sekali cara bertanyanya," kata @suhendar80 menanggapi reaksi driver ojol.
"Emang kalau Jokowi kenapa? mau minta sepeda?" Ujar @putrii.uthiee. Artikel Asli

Siswi SMP di Manado Meninggal Dunia setelah Dihukum Lari Keliling Lapangan oleh Guru

Siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Fanly Lahingide (14) Warga Perumahan Tamara, Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan VIII, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, meninggal dunia, Selasa (1/10/2019) tadi, setelah dirinya diberi ganjaran lari memutari lapangan sekolah.

Senyum Harian - Siswa SMP Kristen 46 Mapanget Barat, Fanly Lahingide (14) Warga Perumahan Tamara, Kelurahan Mapanget Barat, Lingkungan VIII, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, meninggal dunia, Selasa (1/10/2019) tadi, setelah dirinya diberi ganjaran lari memutari lapangan sekolah oleh oknum guru.
Diketahui sebelumnya, siswa SMP ini terlambat datang ke sekolah, Selasa (1/10/2019) pagi, selanjutnya diberi ganjaran oleh oknum Guru untuk berlari memutari lapangan sekolah.
Sayangnya, ketika korban mengikuti perintah dari oknum Guru tersebut, korban pingsan dan jatuh di halaman sekolah.
Setelah itu korban dilarikan ke rumah sakit Auri, dan dirujuk ke Malalayang.
Sayangnya korban sudah meninggal dunia di perjalanan saat menuju ke rumah sakit.
Kepada Tribunmanado.co.id, Kapolsek Mapanget AKP Muhlis Suhani, mengatakan bahwa keluarga korban keberatan dengan perbuatan oknum Guru tersebut, sehingga akan diproses lanjut kasus ini.
"Iya, saat ini jenazah korban akan dilakukan auotopsi di rumah sakit Bhayangkara Karombasan," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, tribun Manado masih berupaya melakukan konfirmasi ke pihak sekolah dan guru. Artikel Asli

Wednesday, September 25, 2019

Kejanggalan Cuitan TMC Polda Metro Tuduh Ambulans DKI Diduga Bawa Batu

4 ambulans disiapkan untuk merawat/mengangkut mahasiswa peserta demo yang sakit atau kelelahan. Foto: Fadjar Hadi/kumparan
Senyum Harian - Akun media sosial TMC Polda Metro Jaya diserbu warganet setelah menghapus unggahan video berisi ambulans milik Pemprov DKI Jakarta dan Palang Merah Indonesia (PMI) yang diamankan karena diduga membawa batu dan bensin. Video ini sempat diunggah usai ricuh anak-anak STM pada Rabu (25/9) malam.
Unggahan di Twitter telah dihapus oleh Polda Metro. Sedangkan dua video di Instagram @TMCPoldaMetro masih bisa dibuka, hingga kumparan buka pukul 08.35 WIB.
Kedua video di Instagram diunggah Kamis (26/9) pukul 02.14 WIB dan 02.15 WIB. Secara singkat, video itu memperlihatkan sejumlah aparat kepolisian menemukan lima ambulans berstiker Puskesmas Pademangan hingga PMI Jakarta Timur.
Dalam video itu, perekam video berujar "Ini ambulans pembawa batu, penyuplai batu untuk para demonstran." Lalu pintu belakang ambulans dibuka dan ada sejumlah orang diduga petugas kesehatan duduk di bangku belakang.
Tapi, dalam video, tidak diperhatikan adanya batu-batu maupun bahan bakar di dalam mobil seperti yang disebut oleh perekam video.
Sementara itu, jika dipantau lewat Twitter, video ini pertama diunggah oleh akun Twitter @OneMurtadha pada Rabu pukul 23.53 WIB. Sedangkan akun TMC Polda Metro baru mengunggahnya pukul 02.16 WIB, atau berselang lebih dari dua jam setelahnya.
Ini knapa ambulan pemprov DKI digunakan utk menyuplai batu para perusuh?

Apa @PemprovJakarta terlibat?
Apa @aniesbaswedan mo jadi Nero?
1,522 people are talking about this
Lalu ada akun twitter @P3nj3l4j4h yang juga mengunggah dua video yang sama pada Kamis (26/9) pukul 12.39 WIB.
Sedangkan lewat unggahan video lainnya dari akun Twitter @Profrotigulung, tampak lima ambulans dijejerkan di dua sisi. Lalu video diarahkan ke sekitar belasan petugas berseragam merah putih, yang disebut perekam sebagai petugas PMI, sedang duduk dan tertunduk.
Apa benar fungsi ambulance sudah bertambah sekarang ya? Selain mengangkut orang sakit dan jenazah, ambulance juga bisa digunakan untuk mengangkut bahan logistik demo serta batu. Mereka ini belajar dari min @Gerindra yang pertama kali memperkenalkan fungsi ambulance yg satu ini👏
142 people are talking about this
"Oknum PMI yang menyuplai logistik makanan dan minuman termasuk batu di dalam ambulans," ucap perekam video. Video ini diunggah Kamis (26/9) pukul 07.20 WIB.
Hingga kini, baik polisi dan Dinas Kesehatan DKI belum memberikan respons terkait video yang beredar. Begitu juga belum bisa dipastikan apakah benar pemilik akun tersebut yang benar-benar merekamnya. Atau ia hanya mendapatkan video dari pihak lain.
Dikecam Warganet di Media Sosial
Akibat unggahan yang dihapus TMC Polda Metro Jaya, warganet menyerang akun tersebut. Banyak dari mereka yang mengecam karena polisi telah menyebarkan informasi hoaks, dan menghapus cuitan video ambulans tersebut.
Awalnya, banyak warganet yang mendukung polisi untuk menuntaskan kasus ambulans ini. Serta, menindak oknum-oknum yang diduga sengaja membawa batu di dalam ambulans, seperti kasus pada aksi kericuhan di Bawaslu 21-22 Mei 2019.
Namun, setelah cuitan dihapus, mereka lalu menyerang akun itu dan mempertanyakan mengapa video dihapus dengan tagar #ManaBatunya. Artikel Asli